Malam ini tepatnya sehari sebelum Valentine Day,pikiran mulai terpejam seakan hendak me rebot system otak dan hendak tenang untuk browsing file-file yang using dan di buka kembali. Yang terfikir dalam benak adalah esok hari akan lebih indah dari tahun silam. Banyak fikiran bergentayangan,berharap kejadian setahun lalu kembali terulang.
Esok hari,pagi-pagi langsung qu periksa layar handphone. Berharap-harap ada sepucuk short message service yang uncul darinya? Hugh,harapan itu sirna tatkala sudah beberapa ucapan yang ku luncurkan ke beberapa kontak di hp ku. Isinya’Massao na umi wa,itoshisa ni niteru yo,eien no sono imi wo,oshiete kureru mono, Happy Valentine Day” dan tak lupa juga ku kirimkan padanya. Berharap ada balasan sepulang sekolah.
Berangkat menuju sekolah,dan jalani hari-hari seperti biasa dan hari ini juga telah direncanakan tuk tukaran kado sekelas yang sudah aku siapkan hadiah itu sehari lalu yaitu bernuansa Japan.ahaaii. waktu menunjukan 08.25 ku coba menoleh ke jendela masa lalu,mengingat detik-detik kejadian tahun lalu. Yah belum di mulai,waktu ini sih masih di rumah prepare mau mengantar temanku ke sekolah untuk mengumpulkan gambar yang telah dia buat karena di suruh guru SB itu. Aku dijemput dan kita pergi kesekolah berdua. Sesampainya disana tanpa ada upacara penyambutan kita malah hanya mematung menunggu sosok ibu tersebut muncul. Huh,menunggu hal yang paling membosankan. Sudah beberapa jam namun tak kunjung juga ada orang yang hadir mengusir kebosanan kita. Sudah berbagai kegiatan di lalui : nonton motor-motor yang berkeliaran di jalan,liat berbagai macam orang,internetan,update status sampai menuangkan sekeranjang cerita belum juga itu dapat menghabiskan sisa kuota menunggu ini. Next,dan akhirnya datang juga. Kami masuk ke dalam sekolah mengumpulkan gambar tersebut dan selanjutnya prepare mau pergi latihan drama bersama kawan-kawan karena sudah janjian sebelumnya. Tapi cerita lain sebelum meninggalkan sekolah kami pergi ke indrajaya terlebih dahulu karena ingin membeli sesuatu. Dan pas juga kakak kelas yang aku kagumi itu lewat ketika kami hendak mengambil sesuatu di motor. Kemudian menyebrang diantara pasukan motor yang halulalang. Sudah aku duga sebelumnya,tanpa aku toleh hatiku juga sudah melihat bahwa saat itu aku di perhatikan dia. Huft,salting lagi donk. Hah,udah sekarang kita ke cerita latihan drama. Menunggu teman-teman agar kumpul untuk memulai latihan tersebut. Tapi hasilnya,ada juga yang datang telat. Mana janjinya di pantai lagi,disana aku,dan 3 teman lainnya menunggu di jalan menuju ke pantai. Uniknya pada saat kami menunggu disana ada polisi yang lewat dan menuju kea rah pantai. Di sana fikiran negative mulai bermunculan takun akankah kami ditangkap,apalagi usia kami belum bisa untuk menerima SIM,ataukah nanti kami di kira pacaran,atau dikira anak-anak yang nakal?? Semua itu telah merongrong semua pertanyaan ditambah perasaan yang mulai tidak enak. Akhirnya kami memutuskan untuk balik melewati panti temanku,disana akhirnya ketemu 1 personil kelompok kita dan kembali menunggu. Jangan ditanya endingnya gimana? Gatot itulah jika sesuatu direncanakan,dan kita semua pulang karena sudah ditunggu pekerjaan masing-masing. Sudah enak-enaknya mengenang masa lalu malah dikagetkan dengan temanku. Hagh,ga tau saya lagi nginget masa-masa itu yah. Udahlah.
Dan ini saatnya merayakan Valentine with my friend,RARIIS sebut saja itu. Kami terdiri dari enam personil,yah di bentuk 23 Mei 2011 lalu. Banyak perubahan nama sieh sampai entah inikah yang terakhir. Tepat pulang sekolah In mengirim sms kepadaku,aku kira rencana kami bener-bener di peding. Ternya di balik cerita tadi ibunya sudah baikan,sukurlah. Sedangkan teman yang lainnya juga sudah setuju tinggal mempersiapkan segalanya saja. Ida yang pertama aku temui ketika aku keluar untuk membawakan helm untuk ayahku,dan sudah kulihat dia stay tune di rumahku. Tapi,ehh dia mau keluar tuh sama pacarnya. Ya udah sana seneng-seneng dulu,jangan lewatin Valentine tahun ini dengan cekcok lagi. Ida pun berlalu kini temanku agik yang datang,yah walau dalam keadaan suara masih serak-serak dan kondisi kurang fit kami pergi kepasar untuk belanja tp eh minta tepatnya karena ga perlu bayar,itu masih keluarganya. Hihi,jalan menerjang langit yang sedang dilanda mendung. Yah kebetulan juga sieh melewati jalan Surapati jadi bisa liat gangnya dia deh. Tapi beda bgt,jalan dekat pasar malah panas padahal tadi gelap sekali. Ya sesudah mengambil beberapa persiapan buat masak kali ini,kami berangkat untuk pulang kerumahku. Di jalan di telepon lagi sama In disuruh beli kecap,yah ntar beli di dekat rumah aja. Pas sudah memasuki waserda kami belanja,ketika hendak membayar apa yang ku dengar? Biasa fans,emm kali ini ku dengar lagi suara cantiknya Widy Vierra. Bikin kangen aja. Yah pulang,tapi ini hujan sudah mulai menyerang nih. Mereka mulai melancarkan senjatanya menuju bumi,menimpa seluruhnya hingga kami bisa basah kuyup jika tidak segera menuju rumah. Dirumah sudah kulihat Rya dan In sedang asik dengan ayam yang akan kami olah menjadi hidangan yang sederhana. Di balik kepergianku kepasar tadi mereka juga punya kisah. Pas In n rya beli ayam si In’lah yang paling jago tawar menawar,aku sih nyerah kalo disuruh belanja. Dan pada saat mereka membeli semangka untuk cuci mulut nanti,mereka belinya di jalan gempol,disana mereka digangguin dan diboongin anak kecil. Dibilang ayam yang mereka beli pada kabur,dan karena takutin ditengoklah keluar,ternya dasarrr anak kecil bikin malu aja ah. Setelah itu mereka hendak menuju rumahku,dan terjebak di traffic light. Cerita mereka adalah si ayam ini ga bisa diajak kompromi,dasar ga mau bisa apa yah di setting mulut ni ayam. Pas semua kendaraan pada berhenti nie ayam ribut banget ”kiaakkkiaakk” husttt bikin malu aja sampai-sampai diliatin sama yang lain. Lepas dari cerita itu kita akhirnya mulai meracik bumbu-bumbu dibantu dengan ibuku. Yah dengan menu yang sederhana tapi keseruannya yang begitu menarik dan lebih berarti bagi kami. Biasalah ada yang foto-foto,masak,meracik bumbu,minum,mempersiapkan semuanya, hingga sekitar jam 5 sore lah kami selesai dan mulai menyantap hasil kerja kita semua. Hasilnya yah tidak begitu buruk,enak jika disantap bersama. Complete banget yah kalo aku punya saudara segini,haha ada yang kaya bos,mau disuruh-suruh,ada yang mau ketemuan.,haha karena kita saling melengkapi satu sama lain. Dan kita rasa juga ada sedikit perbedaan yang bisa memudar dan paling memiliki pemikiran netral dibanding geng lainnya. Bukannya melebihkan diri sendiri. Habislah sore ini kami gunakan untuk mengadakan acara masak ini. Sungguh Valentine yang berkesan di tahun terakhir kami menjadi kelas XII. Akan kami manfaatkan tahun terakhir di masa putih abu ini menjadi moment yang berkesan.
Tapi yah kisahku itu hanya harapan saja,ternya sampai malam pun tak kunjung pula ada balasan dari pesan yang sudah aku kirim. Tapi tak mengapa Valentine kali ini masih tetap berkesan walau dengan teman-teman terdekatku.