Sejuta kisah akan terukir mulai saat ini. Terlepas darai kisah menguras rasional kini berubah jadi kisah untuk berburu. Eitss,bukan berburu binatang ataupun hantu,hehe. Tapi berburu orang alias fans atau orang yang akan buat hari-hari ini jadi berwarna.
Widi,sebut saja itu. Kini ia meranjak SMK,satu semester memang ia sempat menjalin kisah dengan yang bernama Natha. Tapi hanya sebulan berlalu,yah semuanya end karna ini semua sebab Natha yang membuat semuanya. Entah kesalahan dari mana yang Widi perbuat,tapi semua itu diterima Widi dengan lapang dada walau sempat membekas luka. Itu hanya sementara semenjak Widi mengenal Sosok yang membangkitkannya. Kakak kelas yang ditemuinya di semester kedua itu membuat puing-puing yang retak menjadi tersusun kembali. Widi tertarik dan mengagumi laki-laki yang lebih senior darinya ketika pertama melihatnya,karena dia mirib dengan Adit yang dulu di masa putih birunya yang sempat terukir.
Kakak kelas Widi itu,jelasnya anak kelas Pariwisata. Sedangkan Widi anak kelas Perkantoran. Hems,tapi sayangnya Widi dan kakak itu beda sip sekolahnya. Dia yang kelas XI sekolah pagi, dan Widi yang semester kedua ini mendapat giliran sekolah siang. Mereka hanya bisa bertemu disaat anak pagi pulang sekolah dan Widi masuk sekolah. Pertemuan pertama karena Widi nongkrong di depan kantin sekolah untuk menunggu giliran masuk ke kelas yang kemudian dilihat kakak itu selalu pulang sekolah jalan kaki bersama temannya.
Sudah beberapa hari keseringan bertemu dan mata selalu meliriknya,Widi berkeinginan add dia di situs jejaring social ep-bi. Dan Widi pun berkata kepada sahabatnya Defry,Agix tapi Agix memberi tahu kalau namanya dia Julian. Dan akhirnya Widi pun melancarkan aksinya untuk ng-add nama yang sudah dikasi tahu Agix. Sejak saat itu Widi takut jika nanti permintaan pertemanannya di akun ep-bi tersebut dikonfirmasi.
“eh kamu tau ngg kakak kelas itu?” dengan mata menyorot ke target
“siapa,yang mana widi?” agix penasaran
“mana wid?” Tanya one best friend
“ooo..yang itu Julian namanya” sambil berfikir agix menjawab
“oia? Memang kamu kenal?” widi sambil girang tanpa berkedip memandang orang tadi
“duuh.,nanti cari jha die p-bi widi” kata defry
“emm..iaa nanti mau tak search d’ep-bi
Dan setelah lama Widi melihat nama dari identitas dibajunya,tapi ditutupin tali tasnya dan hanya inisial G yang dapat ditangkap mata Widi. Malam ini Widi membuka akun ep-binya dan ternyata permintaannya itu beneran dikonfirmasi Julian. Huuh ternyata ketakutan itu benar terjadi,tapi nasi sudah jadi bubur. Sempat Widi comment status dari Julian dan feed backnya tidak begitu buruk,sedikit tenang asa Widi. Sebelum tidur sempat Widi menengok lembar demi lembar modul KKPI dan disana mata Widi terfokus pada sebuah nama DGP sebut saja inisial itu,dan sempat jantung Widi berdegup. Wow,hanya melihat namanya saja Widi sampai seperti itu apalagi nanti jika ia bisa kenal. Hah,tapi itu mustahil rasanya. Dari mana Widi bisa kenal dia jika tak ada satu pun orang yang bisa memperkenalkannya.
“emm.,saat ini pelajaran KKPI,ad ulangan mau buka-buka dulu nieh..”
“tunggu,tepat halaman 23 dibaris ke-2 wow nama ini seperti mirib dengannya. Apa mungkin ya? Entahlah” sambil membuka lembaran lain
Seperti biasa tatkala jiwa lelah dan beristirahat sejenak semalaman melepas penat,pikiran akan terbawa alur yang begitu dalam melewati batas alam sadar. Saat ini Widi memdaftar les computer yang diadakan sekolahnya,padahal batas pendaftaran sudah selesai. Namun saat itu kakak kelas incarannya pun juga mendaftar les computer dan nama mereka ditulis di papan pengumuman siswa yang mengikuti les secara berdampingan.
“oiaaa,aku mau lihat nama yang daftar les computer” sambil menepuk keningnya
“iya aku antar” sahabatnya menawarkan
“wow.,apa ini? Beneran ini?” sampe widi kegirangan
Dan pagi pun mulai menyentrik alam. Wow,apa ini awal dari kisah Widi dengan kakak itu,entahlah padahal tanpa terngiang sedikitpun pikiran Widi sebelum tidur agar bisa bermimpi kakak itu. Tidak sama sekali.
“udah bel masuk,ayo kekelas” seru widi
“ya,ntar ada guru datang” kata yang lain
“yuk,ah.. aku duduk di tengah ya?” widi meminta
“ya terserah kamu dimana” sambil teman lain memberi tempat
“hei,boleh ikut duduk?” kata suara seorang lelaki
“(menoleh),ha ah,eeh boleh ja silahkan..” sambil gugup
Mereka saling berbicara dan Nampak akrab. Ini pertanda yang ke dua kalinya,Widi dan dia berada dikelas. Mereka sangat akrab disana saling bercanda satu sama lain. Dan Widi sempat bertanya siapa nama Kakak kelas itu sebenarnya,tapi tidak dijawab jelas dengan Kakak kelas itu. Yang Widi dengar “boleh aja dipanggil siapa”.
Hari ini adalah hari special “Kasih Sayang” atau hari “Valentine”. Giliran kelas Widi yang dapat masuk pagi menjadi Obade saat upacara bendera.
“wah baguslah besok masuk pagi kan bisa ketemu tuh” hehehe
“ah kamu widi.,ya biar bisa ketemu pangeranmu itu” sahabatnya meledek
“enak jha,belum apa-apa juga,iya sieh pangeran dunia mimpi”
Disaat pulang,sebelumnya diadakan razia pakaian di sekolah dan hanya siswa laki yang diperiksa,saat itu mata Widi sudah puas memandanginya tanpa ada yang menghalangi.
Sekolah ada acara pencitraan sekolah,sebelumnya di umumkan oleh kakak osis pada saat ekstra. Semua ekstra akan masuk televisi.
“hai ami sekarang ekstra kan?” datang menghampiri
“iya widi,ayo cepet ntar keburu bapaknya datang” sapa ami
“yuuk,” bersamaan
“eh belum mulain ternyata ya?” Tanya ami
“iya nie,tapi ustt tu kakak osisnya mau ada info” jawab ani
“adik-adik mumpung bapaknya belum datang kakak mau menyampaikan,besok sekolah kita ada acara pencitraan dan semua ekstra akan latihan persiapan besok masuk televisi”
“wow.,tap sekolah siangnya gimana kak?” jawab salah seorang yang protes
“iya,boleh kalau ada yang minat bisa sekolah pagi untuk yang sore” jawab teman kakak itu
“tapi yang kakak tekankan yang masuk pagi harap mempersiapkan diri” menegaskan
“iya kak” jawab semuanya
Sore ini semua ekstra latihan dan mempersiapkan diri untuk besok pagi. Pas ini Widi ada pelajaran tari dan pindah ke aula, ketika setapak kaki melangkah mata Widi berhasil menangkap keberadaan yang sedang latihan pramuka di taman dekat arca dewi saraswati dan arca dewi sri. Seketika ditoleh badan Widi jadi dingin,tangan Widi terperanjat memegang sahabatnya.
“waaa., duh siapa tu disana” sambil buang muka
“cie,siapa tu. Lihat sana,jangan menghindar” ledek sahabatnya
“iya,tapi nie rasain dingin banget tau huuh” sambil lari
“hahaha,widi aneh ya” kata temannya
Siang ini Widi tidak ketemu kakak kelas itu. Memang Widi datang agak siangan, mana akan libur 3hari lagi,buat Widi jadi tidak semnagat belajar hari ini saja. Tapi kenapa sejak Widi melihat pandangannya itu biasa saja seperti tidak ada kesan apa. Hems,tapi kan saat ini Widi sedang memperhatikannya dalam-dalam.huuh sepertinya tidak aka nada orang yang akan mendekatkan Widi dengan dia. Saat ini Widi hampir putus asa.
Terulang lagi,ini sudah yang ke empat kalinya Widi mimpiin kakak kelas itu. Widi seakan bimbang menentukan jalan kisahnya yang tak terarah kemana,dan hanya menjalar serabut. Tak pernah terpikir jika kakak kelas itu bicara kepada Widi dengan gugup yang terbata-bata,yang memulainya adalah kakak kelas tersebut.
“heii., eem emm boleh ikut duduk ngga? Kakak itu mendekat
“silahkan” widi welcome
“boleh minta nomor hpnya ngga?” kelihatan takut
“iya boleh.,087….” (dalam hati: yah nanya boleh bgt dong.,qiqi)
“makasi ya” sambil akan menghubungi Widi
“uu” bengong melongo dan melototi layar hp
Yah Widi sieh welcome jha ,nyuruh kakak itu duduk disamping dia. Apa yang terjadi kakak kelas itu minta no hape Widi,dan belum sempat d isms udah keburu sang surya menampakakan diri. Sejenak acap terngiang di pikiran Widi,kenapa dari mimpi yang pertama hingga sekarang ini seperti tahap pendekatan bagi Widi. Mulai dari awal seperti hal-hal kecil,hingga yang ini lebih pada tahap dekat dan akrab.
Esoknya,Widi datang ke sekolah lebih awal karena piket. Saat bel berbunyi tanda pulang sekolah Widi pergi keluar untuk memindahkan motornya yang masih parkir di emperan jalan.
“widi udah piket?” Tanya ida
“udah sih,tapi motorku masih diluar”
“5menit lagi bel,aku antar masukin tapi kekantin dulu ya? Pinta ida
“iya deh.ayukk..”
Sempat ketika jalan Widi menoleh ke kelas Kakak kelas itu, dan kakak kelas itu menoleh keluar. Kemudian keluar dari kelasnya kakak kelas itu bejalan persis di belakang Widi.
Hari ini adalah Ultah sahabat widi yang bernama ani,dan Widi pergi kerumah ani. Disana Widi saling bercerita pengalaman mereka. Karena di sekolah mereka jarang bertemu,akibat beda kelas. Disini semua cerita tertuangkan,
“hai.,ani kamu ada dirumah?” sms widi
“ada kok,kenapa?”
“aku pingin kesana,boleh?”
“iya,sekarang?”
“iya dong masa tahun depan?” hehe
…………………….
Sampai disana widi sih lupa jalan rumahnya ani sampe nanya-nanya dulu ditetangganya.
“bu,dimana rumanya ani?” nanya ke ibu-ibu
“oo,iya digerbang itu masuk” sambil menunjukkan gerbang orange
“iya,makasi bu”
“iya”
……………
“ee.mita dimana rumahnya ani?” ketemu sepupu ani
“eh widi,cari ani sini ku antar”
“ya,makasi ya mita”
“sama-sama”
………………..
“ani,sibuk ya?”
“ngg juga,mau kemana?”
“kita kerumah ami yuk,mumpung dapet keluar”
“ya deh.,tapi kamu sms ami ya kita mau kesana”
“ya ya sekarang aku sms”
………
sampai dirumah ami,kami cerita banyak hal hingga pada saat keinginan Widi menghubungi kakak itu seperti yang dilakukan ani dulu kepada orang yang dia suka saat masa putih biru dulu. Tapi Widi bingung bagaimana caranya Widi bisa tahu lewat mana Widi harus memulainya.
Satu komitmen itu yang buat Widi merasa serius dengan langkahnya saat kedepan nanti,dan berharap positive akan usahanya tersebut. Alangkah berwarnanya jika hal itu benar-benar melintas dalam hidup Widi. Seakan banyak pelangi yang akan menghampirinya dan bagai hadiah yang tak ternilai berapa harganya Widi jika bisa mengenalnya. Apalagi itu adalah usia ke-16 untuk Widi menjadi lebih dewasa.
Hari bahagia telah berlalu dan harapan kian sirna,tak terwujud sedikit percikan ajaib tersebut. Yang dirasa Widi saat ini adalah perasan yang berbalik. Bukannya kepada kakak itu namun kepada temannya Julian. Stiap Widi bertemu dengan Julian itu seakan lebih berdegup ketimbang widi bertemu dengan kakak kelas itu. Dan sampai tak ada lelahnya Widi browse ep-bi nya kakak kelas itu,hingga sore ini tidak asing dengan sebuah nama kemudian cepat-cepat tangan mengklik add. Menunggu beberapa hari,kemudian dikonfir juga.
Hari ini ngga special,tapi kejadian yang terjadi sangat beragam. Selain ada sialnya tapi dibalik semua itu terselip kesan yang sempurna.
“sruubuk.,waaa…..” widi tersentak
“kenapa kamu?” in menghampiri
“kunci aku jatuh gimanain nie?” udah mulai mengernyitkan kening
“dimana,biee saru kali sama airnya tergenang. Emang ngg bawa kunci cadangan?”
“mana je,ntar aku dimarahin gimana” agak berkaca-kaca
“kenapa widi” Tanya dewi dan nopi datang membantu
“wuii.,ngga bisa ni ngambil widi” kata nopi
“satpamnya suruh” kata dewi
“widi ada apa?, kok nangis?” Tanya my friend yang lewat buang sampah
“kuncinya jatuh” udah tanpa ekspresi apa
Sempat Widi menitikkan air mata,karena baru aja masuk sekolah dan diparkiran udah ketiban masalah lagi. Kenapa,karena kunci motor Widi masuk ke got bawah tempat ia parkir motor. Gimana ngga sebel juga,udah datang awal malah ditimpa musibah lagi. Begitu lama Widi stay tune di parkiran sampe tu muka Widi udah kusut banget,haha sahabat Widi,defry pun dating dan berusaha menenangkan Widi. Kira-kira setengah jam Widi berada di tempat membosankan itu,perasaan yang bercampur aduk kaya nasi goring. Hingga saat melihat detik-detik yang tak kenal lelah itu berjalan udah menunjukkan arah 07.10 si Julian datng dan 10 menit kemudian disusul pada arah jalan yang bersamaan kakak kelas yang Widi kagumi pun menampakkan batang hidungnya,yeii tersentak gembira karena kunci pun berhasil diraih widi. Cepat-cepat mencari sumber kehidupan itu dan mencucinya hingga bersih kembali dan go to class. Jalan ke kelas juga eh ketemu si kakak kelas itu lagi,duuh merhatiin ngga yah tu kakak. Tapi entahlah,yang penting kunci ditangan dan mata dapat sarapan pagi yakni ketemu kakak kelas itu. Istirahat terakhir Widi dipanggil temannya dan keluar menuju koridor kelas,dan ditunjukin info ada kakak kelas itu. Setelah langkah kaki dengan cepat menuju keluar,ya malah ngga ada. Namnggung masuk kelas lagi dan Widi diam di depan kelas,itung-itung bakalan ada yang lewat. Dan ternyata siapa yang lewat? Yah itu si Julian malah yang lewat dengan geng-nya itu. Awalnya sieh hanya sebatas kagum dan salah add di situs jejaring sosail itu,tapi sekarang malah kagum juga sama dia. Ah,plin-plan ni Widi,andai aja kedua kakak itu bias jadi satu orang biar ngga dikira borong semua. Memang akhir-akhir ini insting Widi lebih kepada si Julian. Susah nebak kemana alurnya yang harus dilalui sebenarnya.
Sebenarnya detik ini kepala udah pusing menghafal segunung materi ulmum. Wuh,dengar namanya aja udah ribet ya,ketemu sama point-point tuk mengasah diri. Dan ini udah masuk hari ketiga,setelah kakak kelas akuntan yang pulang awal.
“adik,kakak pulang duluan ya. Semangat..hehe” kata kakak noviriani yang sebangku dgn widi
“hehe., iya kak makasi. Hati-hati ya pulangnya kak.”
“ya dik”
Kini tertinggal anak tiri yang menghadapi ujian.haha sempetin banget waktu luang istirahat buat memplajari sedikit ilmu sebelum examination. Tapi feeling Widi ngga enak nieh dan ngga ada semangat sedikitpun yang meledak. Mana kemarin Widi belum sempat belajar lagi. Tapi yah terjawab dengan maksimal. Setelah detik-detik puncak menurun,kini saatnya beristirahat dan go home. Jalan menuju parkir guru dan sampi di ujung jalan ternyata ketemu tu dua kakak sekaligus. Julian jalan di atas sedangkan tu kakak satu jalan di bawah sementara Widi jalan di tengah-tengah.
“widi tuh sana jalan sama pangeranmu” Defry menggoda
“ih kamu ada aja,tapi iya sieh”
“ayo cepetan jalannya” Defry menarik tangan Widi biar mereka bias jalan bareng
“aduh,tya bneran jadi deg-degan”
“sabar Widi,memang yang mana sih?”
“itu tu kedua kakak itu” sambil melirik orang yang dimaksud
“oh,mereka. Mirib sih tu satu D’bagindas” hehe
Apa ini maksud tuhan dari semangat yang telah direngut sebelumnya dan kini terjawab di pulang sekolah.
Kesel banget ma temen,mana muka Widi sudah kayak udah rebus lagi. Merah gara-gara di tanya tmen Widi.
“aduh ngga sanggup aku liat,” sambil muka memerah
“waduh,muka kamu serius beneran merah Widi” kata rizna memerhatikan Widi
“iya Widi,kamu liat siapa sih?” Tanya widada
“udah kayak udang rebus tw ngga” hehe canda sahabatnya
“ngga liat siapa kox,kenapa sih?” dengan muka kesal
“ngga,siapa tau aku tau orangnya nanti kan tak tanyain” dengan tawanya
“ngga usah,makasi” dlam hati,nanti aku diaduin ma orangnya..ishh ngga ah
Hari ini bel sekolah tandanya pulang dan teman Widi,idha dan In habis kumpul karena mereka adalah reporter,hehe baru aja turun tangga dan dibawah.
“Widi kamu dapet salam ma kakak kelas itu” kata ida
“hah? Yang bener tu?” Tanya Widi tak percaya
“duh,belum tentu itu Widi” campur Defry
“iya,setidaknya ada respon itu” dengan saking senangnya
“iya,udah tenang-tenang. Sekarang kita pulang” rizna menambahkan
Dengan pearasaan bercampur aduk,senang,ngg percaya,deg-degan. Huch,dan cepet-cepet ke rumah dan diem dikamar.
“berarti selama ini dia erhatiin aku dong” menggerutu sendiri
“huuh,tapi bener ngg yah kata idha tadi. Kan dia tu pinter bgt ngarang kata” ughh gimana nieh. Bingung tapi tu khan jadi deg-degan. Jujur baru kali ini aku ngerasa deg-degan setengah mati dengar kabar special ini,yang biasanya bisa gitu jika ngedengar berita tentang Julian. Tapi Widi berharap mulai ini,dan seterusnya cerita ini akan berlanjut. Meski belum pasti siapa yang kakak itu suka.
Masih pada saat perayaan Ultah sekolah,hari-hari efektif berubah jadi santai.baru datang ke sekolah lihat nama-nama adik kelas yang dapet apa ngga pada saat TPA.
“eh,entar dulu kita lihat nama-nama yang dapet disini” Widi minta pada sahabatnya
“iya deh” rizna menurut
“wui adiknya ini dapet ya,emm”
“Widi,lihat tu di arah gerbang ada siapa?”
“yah,tunggu dulu ya diem sini dulu” pinta Widi sambil senyum-senyum aja
Dan kakak itu pun lewat sambil mampir dulu di tempat aku diem.
“liat siapa,bro?” kata temennya
“ya bentar aja” kata kakak itu
“ngga ada anak karangasem disini,ayo asuk kelas aja” temannya menarik
Itu yang dapat ditangkap telinga Widi. Setelah dengar itu Widi langsung pergi kekelas dan di belakangi oleh kakak itu. Dan ini hari final basket. Sebelum nonton Widi harus melunasi kewajibannya menjadi siswa. Setelah bubaran dari sembahyang di lapangan jalan ke koprasi eh malah kesenggol kakak itu. Wuii Widi seneng banget dan ngga nyangka itu terjadi. Sempat ditengok tadi ngga dapet berkata apa-apa.
“Widi,cie tu ditungguin kakak itu di tangga depan koprasi”
“apaan sih,mana mungkin dia nungguin aku. Palingan orang lain.” Sabil nengok keluar
“tu liat” ida nunjukin kakak itu
“aduh,gimana ni?. Jadi salting kan. Gimana mau keluar”
Dengan berat hati Widi terus melangkah hingga terlepas dari tempat itu. Sempat buka ep-bi dan dia OL dan ganti PP. ughh tapi pesan yang dikirim Widi belum ada balasan juga.
Bangun pagi-pagi karena ini saatnya haiking,Widi jalan ke sekolah dengan sahabatnya Defry. Mereka jalan Cuma bawa 1motor. Baru datang di sekolah pun juga ketemu kakak itu, langsung menuju kelas bersama teman. Saat bel pas kumpul mau jalan kayaknya di liatin aja deh perasaan aja. Santai sehari sebelum rapotan, haiking ke air terjun. Saat ada di barisan perasaan pake jaket aja tuh kakak, ngg panas apa kak?,hehe dan pengarahan dari guru pun diadakan, mata ngg pernah lepas dari jangkkauan tapi dia malah merhatiin barisan yang ada dibelakang dari tempat Widi.
“Siapa sieh yang dilihat. Owh apa orang yang dia suka dikelasku?” dalam hati penasaran
“tapi kira-kira siapa ya?” ahhh
Yah,dia ke dekat ring basket di selatan. Tepat jam 7 para pasukan berangkat menuju TKP. Awalnya jarak widi dengan kakak itu cukup dekat,lalu menjauh lagi. Setelah sudah berapa langkah berlalu tepat rute di pasar buleleng disinilah “20 menit TERINDAH” dimuai. Widi dan kakak itu jalan bersama, widi persis di belakang kakak itu. Wow meski beberapa ucapan menghujan meledek,tapi rasa senang bercampur aduk menemani. Setelah itu dia jalan kebelakang dan hilang sampe berpisah. Widi tterus menapaki jalan itu sambil menahan maagnya yang kambuh, tapi harus kuat kalau ngg jalan lambat dikira nunggu dia jalan lagi. Ada sms eh malah dia cerita ma temen aku, kenpa ngg cerita ma aku jha ya.,haha tapi sempat juga debatin tentang akun ep-bi ku,yah makasi kak udah mau nginget akunku itu. Sampai pada tujuan pun ngg juga kketemu,entah dia kemana. Tapi menghilangnya dia ketemu kak Julian di air terjun. Weii,emang keren sih dia,mandi ja keren kamu kak,ckckck(kagum) trus minta tolong temenku tuk fotoin dy,dapet sih satu foto setelah susah-susah mana ngg jelas juga.. yah ini keseruannya terlepas dari cerita dia,akhirnya kita pulang. Capek naik tangga jaraknya jauh sekali.,hemzz kambuh lagi nie maag. Sampai diatas disambut dengan lantunan lagu D’Bagindas 4mata., owowow lengkap sekali cerita hari ini. Makasi barusudah dipertemukan 2fans+lagunya.. sampai udah ngg kuat nahan jadi naik angkot deh pulang sampe di sekolah,sempet juga foto-foto buat kenangan yang nanti bkal kangen saat ini dan kisah ini,nanti kan dia prakerin. Dan akhirnya pulang kerumah,baru jha sampe dket pertigaan di pertigaan deket pom bensin ngeliat kumpulan kakak kelas n tau siapa disana? Kak Julian,tapi aku curiga dia kok melihat kearah kita jalanan takutnya dia tau selama itu prhatian.. haha gpp hari ini menyenangkan dan capek juga..
Saat ini adalah pembagian raport yang selama semester kedua ini melakukan kegiatan pembelajaran. Sebelum rapotan kita semua mengadakan apel dan disana diumumkan para juara umum setiap jurusan dan tingkat masing-masing,setelah itu di umumkan juga para juara undian pas haiking kemaren. Hah,udah dari dulu ngga akan pernah menang ikutan undian gituan,jadi widi ngga terlalu ngarep banget sieh karna itu urusan untung-untungan ajha. Tapi dalam hati kecil widi kenapa ada rasa deg-degan ya..
“hah..hal yang ga akan pernah menang,cpetan apa ya…” gerutu widi
“siapa sieh dapet?” melongo temanya penasaran
“ga tau tu,liat jha.. waa kka kelas itu ya yg dapet” menjawab seadanya
“sekarang hadiah yang kecil-kecil ya”haha sahabatnya tertawa
“haha., ya dah bakal ngg dapet. Tapi kox perasaanku ga enak ya..” widi agak memucat
“ada apa? Ya cba liat ntran pertanda apa itu” defry menenangkan
Saat disebut pemenang undian haiking terakhir,widi terkejut ternyata itu tohh jwabannya. Kini widi tau dengan lengkap nama kakak kelas itu. Itu pun berlalu,kini kembali ke kelas untuk pembagian raport,awalnya tmenku yang dapet 10 besar. Tangan widi jadi tambah dingin takut jika peringkatnya turun drastis. Saat teman widi turun ini sangat bikin widi kaya berasa dikutub.. dan ternyata jawabannya kerja keras widi selama ini membuahkan hasil n ini berkat dia juga,makasi ya kaka.. tapi kasian sahabatku,ya nanti di tingkatkan lagi.. terima kasih buat semuanya,n fans juga karena berkat dia Widi jadi semangat..
by : Crie Widyantari
visit my twitter ; http://www.twitter.com/widya_viibii
facebook : http://www.facebook.com/Chrizri Widhya
by : Crie Widyantari
visit my twitter ; http://www.twitter.com/widya_viibii
facebook : http://www.facebook.com/Chrizri Widhya
