Kamis, 26 Desember 2013
Berjalan diatas Beban
Maaf untuk permulaan yang tidak berkesan. Saya tau mata anda menyoroti raga ini yg selalu dan senantiasa belum bsa mncapai sempurna. Kemarahan n kemurkaan saya bisa ratapi untuk diri saya. Merasa tidak bisa diterima,namun yg saya berikan bukan sekedar modus untuk menutupi itu. No,itu serius dari hati namun saya menyadari saat first time berpijak pada kawah tersebut. Cucuran beban yang tak kian memudar serasa menyelimuti hati. Why me? Setiap berusaha seharusnya ad hasil lebih baik but kacau n tak bersahabat. Seperti makan namun tdk bsa dicerna oleh tubuh,berdiri diatas sehehai benang n menyebrangi lautan tanpa ada sampan. Kamu tau apa yg kurasa? Yg memiliki karakter sama akan lebih memahami. Jangan berkata n menyumpahi orang itu karna apa yg kita lakukan blm tentu sbagus yg dia perbuat. Sama makan nasi nanum metabolisme tubuh berbeda. Jangan salahkan saya tidak peduli pada anda jika kalian tidak pada posisi saya n dgn pribadi ini. Ingatkan saya,bukan saya tidak mau selalu kena marah itu memang pantas n akn menjadi awan dlm pkiran saya. Bgaimana saya merefresh? Jngan salah jika suatu waktu saya tdk mngenalmu n pkiran ini kacau. Rasanya lebih berat dr tdk ada air dalam raga ini. Sejuta senjata seakan membobol pikiran,semakin lama kian memuncak. Saya tau,sadar n merasa. Mengapa mesti saya? Hidup seakan dimakan waktu. Tiada warna,inginku kembali menyusuri hidup yg lampau,namun tdk mungkin untuk menghamburkan kembali kenangan yg sudah tertata rapi dlm ingatanku. Saat ini hnyalah beban,air mata dan rasa ini kian menimpa. Inginku lari jauh dan menghirup udara di pulau lain. Tak ada sampan yg akan menjemput,hanyalah bambu yg harus kususun dgn caraku,ceritaku dan tanpamu. Dewasa? Kapan saya bisa d klimaks itu dan saya bertekad namun butuh penyangga juga. Saat ini semakin terpojok ingin lumpuh dijurang paling dalam tanpa ada tali datang menolong namun terus memotong asaku. Terkucil dlm lemba yg terisi sgla kehidupan high level,saya hanyalah seekor semut yg harus mencari untuk bsa hidup dgn kawanan unta yg kuat mesti ditengah gurun pasir. Terirus akan senyum dan bisamu yg membuat saya lelah namun gerah. matamu memberi signal emosi n menutup senyum hatiku. beda tempat namun sma keadaan? kamu tau mencuri kebahagiaanku,jngan terlalu mencmpurkan urusan lain dgn pribadi. salah aku ingin ikut berbaur n mnjadi bagian dari sebuah pohon? ya sudah itu bahagiamu adalah bahagiaku juga. saya bukan pendendam tapi saya hanya minta waktu lebih untuk belajar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar